Event

Ini 4 Kasus Penganiayaan di STIP Jakarta, Please, Jangan Ada Lagi yang Kayak Gini

Ilustrasi
Foto by : Pixabay

Semua pihak perlu menghentikan akar budaya kekerasan di kampus-kampus. Kekerasan terjadi karena pemahaman yang salah dalam mendefinisikan konsep kedisiplinan sehingga kasus-kasus kekerasan di lembaga pendidikan terus-menerus berulang.

Seperti kasus yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda Jakarta. Seenggaknya dalam 9 tahun terakhir, ada 4 kasus penganiayaan mahasiswa. Bahkan tiga di antaranya berujung kematian.

Berikut empat penganiayaan yang terjadi di STIP Jakarta:


- 2008

Agung, taruna tingkat pertama STIP, tewas tanggal 12 Mei 2008, setelah mengikuti latihan pedang pora yaitu acara menyambut alumni STIP. Awalnya, Pembantu Ketua III Bidang Pembinaan STIP, Suwondo mengatakan, Agung tewas karena kelelahan, tetapi polisi curiga karena menemukan sejumlah kejanggalan. Lebih-lebih setelah tiga taruna mengaku kepada polisi, mereka ikut dianiaya bersama Agung.

 

- 2014

Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Dimas Dikita Handoko (19) meninggal dunia dengan luka memar di tubuhnya. Diduga korban tewas akibat dianiaya oleh para seniornya pada Jumat (25/4/2014) malam. Tiga penganiaya Dimas divonis 4 tahun penjara.

 

- 2015

Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, Daniel Roberto Tampubolon, mengaku menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. Orangtua Daniel, Rosannaria Simanuillang, pun melaporkan seniornya itu ke Polda Metro Jaya. Daniel mengaku dianiaya dengan tangan kosong dan palu. Ia juga dipaksa memakan cabai rawit. Atas penganiayaan itu, Daniel menderita sesak nafas, mual, sakit ulu hati, dan pusing.

 

- 2017

Polisi tengah menyelidiki tewasnya seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara, bernama Amirullah Adityas Putra (18). Amir diduga tewas pada Selasa (10/1) malam akibat dianiaya seniornya di asrama.

Foto-foto: Kompas.com, Pixabay

Alvin Bahar

Mengawali karier di HAI sebagai reporter sejak 2012 dan kini menjabat sebagai digital content specialist. Pernah mewawancarai band nagri seperti Simple Plan, Deafheaven, Mogwai, dan AKB48. http://ameblo.jp/alvinissimo

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×