Skulizm

Jadi Ngetop Lewat Penelitian, Siapa Takut?

OPSI

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau yang biasa disingkat dengan OPSI adalah ajang kompetisi penelitian ilmiah tahunan bagi siswa SMA atau sederajat, baik berupa karya tulis maupun temuan (invention). Kompetisi OPSI sendiri resmi diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dengan mengusung pesan #MENELETIITUSERU, OPSI ingin merubah pandangan umum siswa yang kebanyakan memandang bahwa penelitian dianggap sebagai suatu pekerjaan serius, sulit, dan cenderung membosankan. Selain itu, OPSI ingin menggali ide-ide kreatif dari anak-anak Indonesia.

Pada mulanya OPSI dikenal dengan nama LPIR yang kemudian LPIR berganti nama menjadi OPSI pada tahun 2009. OPSI merupakan wahana pengembangan dan kompetisi bagi siswa SMA atau sederajat, yang bertujuan untuk memotivasi mereka untuk melakukan penelitian dan terlatih untuk menyusun laporan ilmiah. OPSI juga bertujuan untuk meingkatkan prestasi dan akademis para siswa Indonesia.

pemenang OPSI FIKSI

OPSI terbagi menjadi tiga kategori, yaitu bidang Sains dan Teknologi, bidang Matematika dan Rekayasa, dan bidang Ilmu Sosial dan Humaniora.

Sedangkan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia atau yang biasa disingkat FIKSI, merupakan suatu ajang perlombaan inovasi dan SMA. Perlombaan ini terdiri dari dua kategori, yaitu kategori Gagasan Wirausaha, di mana wirausaha masih berada pada tahap ide atau gagasan dan kategori Rintisan Wirausaha di mana wirausaha sudah berjalan dan memiliki produk yang sudah dipasarkan.

Terdapat lima bidang wirausaha yang dilombakan, yakni kerajinan (craft), desain grafis, fashion, pengembangan aplikasi dan digital game, serta boga.

OPSI dan FIKSI ini hanya dapat diikuti oleh seluruh siswa Indonesia kelas X dan XI. Para peserta OPSI dapat mengikuti lomba secara individu, maupun berkelompok (maksimal 2 orang)

OPSI dan FIKSI ini diselenggarakan diberbagai kota di Indonesia. Tahun 2016 lalu, OPSI dan FIKSI diadakan di Kota Jakarta. Pemenang dari OPSI dan FIKSI akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, sertifikat, dan medali. Selain itu para pemenang juga mendapatkan beasiswa prestasi sebesar Rp 7 juta untuk peraih medali emas, Rp 6 juta untuk peraih medali perak, dan Rp 5 juta untuk peraih medali perunggu.

Tahun lalu peserta dari Kota Yogyakarta berhasil menyabet medali Emas. Sedangkan pemenang FIKSI adalah Azizah Fathonah dan Wildan Pangestu dari SMKN 2 Bandung dengan judul karya “Kunci Rumahku Pake e-KTP” yang berhasil meraih juara I.

Biasanya para pemenang dari OPSI dan FIKSI justru mereka yang mempunyai ide kreatif simpel nan unik yang berasal dari pikiran mereka sendiri. Karena OPSI dan FIKSI benar-benar menekankan pada ide kreatif yang dibuat oleh anak-anak.

Nah, untuk kalian-kalian yang tertarik ikut OPSI ataupun FIKSI, yuk ikutan. Coba-coba saja dulu siapa tau ide kreatif kalian bisa mengahantarkan kalian mendapatkan juara.

Sedikit tips aja nih, pokoknya jangan pernah ragu untuk mencoba. Kalian harus berani untuk memunculkan dan mempublikasikan ide kreatif kalian. Jangan takut dan malu ataupun minder kalau kalian merasa ide kalian paling jelek, Engga kok. Karena semua ide-ide kalian itu unik. Kalian bisa mengekspresikan ide kalian dengan bebas kok! YUK IKUTAN :D

Reporter:

Yessica Dewi Nathaly - SMA Stella Duce 1

 

 

hai-online.com

Berdedikasi di hai online

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×