Skulizm

SMAN 8 Jakarta Kebanjiran Lagi, Ujian Try Out Ditunda

Penyedotan air oleh Tim Rescue Damkar di SMAN 8, Bukit Duri, Jakarta.
Foto by : BPBD DKI Jakarta

Coba deh kamu googling nama SMAN 8 Jakarta. Halaman pertama hasil pencarian memang banyak menunjukkan informasi profil sekolah. Tapi, sambil scrolling, kamu pasti menemukan  foto-foto siswa lagi nyeker menyeberangi banjir di dalam area sekolah.

Yap, SMA-nya Nicolas Saputra ini sering banget disorot ketika musim hujan datang. Maklum, SMAN 8 Jakarta emang langganan banjir, sob. Hujan deras sedikit, air menguap dan langsung menyerbu sekolah yang memiliki luas  6.600 m2 ini. Nggak bisa ditolak, sepatu harus dilepas, celana harus digulung, untuk bisa melewati genangan.

Paling sering, air menggenang hingga ketinggian betis kaki. Tapi nggak jarang juga meluap nggak karuan hingga 70-100 CM. Hebohnya, pernah sampai menenggelamkan gedung tingkat pertama juga!

“Banjir setinggi itu terjadi sebelum aku masuk di sekolah ini,” cerita Aulia Setya salah satu siswanya.

Hari ini, (16/02) saja, sekolah diliburkan tiba-tiba. Alifia cerita, pihak sekolah baru mengabarkan pukul 6 pagi tadi. Ya, itu saatnya anak-anak siap jalan, tuh.

Fia dan temen-temen kelas XII lainnya bingung. Soalnya hari ini mereka harusnya masih menggelar try out.

“Kelas XIInya bingung, ini libur atau nggak. Soalnya masih TO. Sempat mikir akan dipindah ke gedung lain gitu untuk TO,” repet Fia. Akhirnya, Fia dan teman-teman lainnya tetap dikerumahkan saja.

Menurut info yang HAI liat dari BPBD DKI Jakarta, banjir di SMAN 8 Jakarta hari ini emang cukup parah. Ketinggian air sampe ke pinggang. Bahkan, tim Pemadam Kebakaran sampai didatangkan guna menyedot air.

Penyebab utama banjir di sekolah ini ada dua, menurut Aulia. Pertama, lokasinya deket banget sama kali  yang mengaliri air sungai dari Ciliwung. Kedua, gedung sekolah berada di daratan yang rendah, “kalau banjir, pasti kami duluan yang kena.”

Sekedar info, SMAN 8 Jakarta itu terletak di area perumahan, tepatnya di Jalan Taman Bukitduri, Tebet, Jakarta Selatan.

Sekolah banjir tentu membawa masalah. Kalau hujan deras terjadi di malam hari, pasti seluruh siswa udah tau kalau besar kemungkinan mereka bakal dapet pesan jarkom dari guru yang disebar di groupchat tiap angkatan. Isinya udah bisa ketebak: sekolah banjir, besoknya diliburin.

Tapi, sekolah tetap punya kebijakan tegas. Sekolah baru akan diliburkan jika area sekolah yang banjir, jika cuma jalan aksesnya saja, maka sekolah tetap masuk

“Banjir yang terakhir datangnya saat kami udah pada di sekolah. Jadi kami nggak perlu menerobosnya. Paling cuma basah-basahan aja biar bisa pulang. Kecuali kalau udah sampai lantai dua. Perahu karet dikeluarin, deh,” kenang cewek manis berjilbab ini.

Masalah gara-gara banjir nggak selesai dengan libur nggak liburnya doang. Banjir selalu bawa efek samping. Yang paling kerasa, sih, tugas. Yap, tiap kali diliburin karena banjir, guru langsung sigap menyiapkan PR untuk para siswa.

“PR selama libur banjir pasti ada. Apalagi kalo liburnya berhari-hari. Pasti banyak tuh tugas dari guru numpuk di email kelas,” kata Aulia.

Itu baru satu. Selesai banjir pun, tiap warga sekolah masih punya “PR”, yaitu kerja bakti membersihkan sekolah.

 

Rizki Ramadan

Berkeliaran di halaman sekolah, sebagai wartawan, sambil mengawal HAI School Crew menulis untuk rubrik My School Pages.

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×