Profile

Mengenal Profesi Diplomat: Tiap 3 Tahun Pindah Negara Demi Indonesia

Lutfi Jatmika, diplomat muda Indonesia sedang melakukan business matching dengan pengusaha Georgia di Expo Georgia Tbilisi pada April 2016 lalu
Foto by : Doc. Lutfi Jatmika

Sering ke luar negeri, bahkan bakal tinggal pindah-pindah negara dalam waktu bertahun-tahun di tiap negara, dan terkesan sebagai orang yang pandai cas cis cus membahas suatu isu. Itulah yang paling kita tahu tentang profesi Diplomat. Singkatnya, diplomat adalah profesi yang enak dan "wah".

Tapi, sebenernya apa sih yang dilakukan diplomat selama kerja di dalam dan luar negeri?

Pasti belum banyak yang tahu, kan. Ada baiknya, kita tanya langsung ke salah satu diplomat muda di Kementerian Luar Negeri, Lutfi Jatmika.

Pada dasarnya, menurut Lutfi, ada lima tugas utama diplomat. Pertama, representing, mewakili Indonesia baik di forum bilateral maupun multilateral. Kedua, protecting, yaitu kita melindungi seluruh warga Indonesia yang ada di perwakilan

Ketiga, promoting, mempromosikan perekonomian, pariwisata, dan kebudayaan yang ada di Indonesia ke orang asing.

Keempat, negotiating, negosiasiasi kepentingan republik Indonesia baik itu di forum bilateral maupun non bilateral. Terus yang terakhir reporting yaitu melaporkan apa yang kita kerjakan kepada pimpinan.  

Para diplomat bekerja di kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di tiap-tiap negara. Tapi ada juga yang mangkalnya di kantor Kementerian Luar Negeri di Indonesia. Nah, sehari-harinya, apa sih yang dikerjakan?

"Dalam sehari-hari saya menangani Direktorat Eropa III, menangani Ukraina, Georgia, Armenia dan Belarus. Jadi kalo urusan bilateralnya kami menangani Ukraina dan perwakilan negara-negara yang dirangkap oleh perwakilan kita yang ada di Ukraina yaitu Georgia. Jadi saya menangani hubungan politik, ekonomi, sosial budaya. Apa pun yang terjadi antara republik Indonesia dengan negara-negara yang berada di kawasan tersebut kita menanganinya," cerita cowok 30 tahun yang sudah sejak 2014 kerja di Kemenlu ini.

HIdup Berpindah-pindah Negara

Kayaknya, setelah pilot, diplomat adalah profesi yang akan mengunjungi banyak negara deh. Nah, ada dua macam kunjungan luar negri. Pertama, kunjungan dinas. Durasinya bervariasi, tergantung arahan penugasan. ini bakal sering banget, sih. Lutfi saja, selama dua tahun ini sudah melakukan perjalanan dinas ke Singapura, Kyiv ukraina, Den Haag Belanda dan Tbilisi Georgia.

"Jadi kita bisa mengeksplor budaya baru, kita bisa bertemu dengan diplomat-diplomat asing, yang paling penting kita bisa menyuarakan kepentingan hak Indonesia di luar negeri. Sebagai contoh saya dulu waktu magang di KBRI Singapura difungsi perlindungan, saya sangat menghayati bahwa peranan kita itu untuk melindungi warga negara. Saya sangat senang bisa melayani warga negara kita yang ada di Singapura," jelas Lutfi.

Kunjungan jenis kedua biasa disebut dengan penempatan.Selain perjalanan dinas ke dalam maupun luar negeri, setelah kita jadi diplomat selama empat atau lima tahun, kita akan ditempatkan di perwakilan RI luar negeri. Lalu balik ke Indonesia untuk kemudian ditempatkan lagi di negara lain. Oh, tentu, kita nggak bisa memilih mau ke negara mana. Tergantung kebutuhan. Nah, di masa penempatan itu, kita bisa ngajak keluarga.

Untuk kamu yang doyan traveling, jadi diplomat adalah surga! Kamu bisa menjelajahi banyak Negara tuh.

https://2.bp.blogspot.com/-9mUHRX-topo/WG4eRmsFrzI/AAAAAAAAAHM/Ejta6UUpeAQQGt-BD5hCATXDrLiyCXFjACLcB/s1600/DIPLOMAT%25281%2529.jpg

Harus Bisa Beradaptasi Dengan Budaya Baru

Kalau kita ditempatkan di negara Timur Tengah, maka kita   perlu belajar bahasa Arab di sana, memelajari tata krama di sana, dan menyesuaikan diri dengan budaya sana secara umum.

"Selama proses pendidikan sekolah dinas luar negeri, seorang diplomat akan diajari bahasa asing lain selain bahasa Inggris, antara lain Spanyol, Perancis, Rusia, Mandarin dan Arab. Akan tetapi, untuk penempatan pada perwakilan RI di luar ngeri belum tentu sesuai dengan keahlian bahasa yang dimiliki. Oleh karane itu, seorang diplomat dituntut kemampuannya untuk dapat beradaptasi dengan budaya dan bahasa manapun." 

Perlakukan Khusus Untuk Diplomat Negara Konflik

Beberapa negara emang rawan konflik dan penuh risiko. Untuk itu, ketika kita dapat penempatan di negara kayak gitu, kita dapat perlakun khusus. Selain keluarga nggak boleh ikut serta,setiap tiga bulan kita dikasih kesempatan untuk pulang kampung.

Gajinya Jangan Ditanya.

Apalagi kalau sedang dikirim atau ditempatkan di luar negeri. Hehe. Gaji tunjangannya pake dolar AS menyesuaikan dengan mata uang negara setempat, bro. Lutfi cerita, diplomat itu punya dua jenis gaji, saat di dalam negeri dan saat di luar negeri. Selama di Indonesia sih, gajinya rupiah, sesuai dengan standar PNS. Nah, kalau dibanding gaji saat di luar negeri, gaji di Indo jadi terbilang kecil.

Perluas Wawasan

Pengen jadi diplomat? Sambil melancarkan bahasa Inggrismu, dan belajar salah satu bahasa PBB lainnya—Perancis, Rusia, Jerman, dan Cina—kita juga kudu memperkaya diri dengan pengetahuan dan memperluas sudut pandang, bro. Banyak baca berita, dan pengetahuan umum internasional perlu juga tuh. Selama kerja nanti, kita bakal sering melakukan diplomasi dengan Negara asing. Makanya, kita perlu cerdas bernegosiasi juga.

Gimana? Makin tertarik jadi diplomat? Paling sering, sih, diplomat datang dari kuliah jurusan Hubungan Internasional, dan Sastra. Tapi, jurusan lain tetap suka dibutuhkan, kok. Kan bidang diplomasi itu luas. 

 

Penulis: Rizki Ramadan

Reporter: Ayu Wijayanti

hai-online.com

Berdedikasi di hai online

comments

embed this article

Copy and paste this code into your website.

×

Fact

Rating :
Nama profesi : diplomat
Pekerjaan utama : reporting, representating, negotiating, protecting, promoting
Syarat : bisa bahasa Inggris, belajar bahasa asing, berwawasan luas, pandai beradaptasi dengan budaya baru
_empty_ :
Rate This :